Selasa, 09 Oktober 2018

Pentingnya Pengetahuan Tentang Pelestarian Makhluk Hidup (REVISI)

Nama : Diva Valentina Febrianingrum
Kls/no: X MIPA / 11
Tugas : Menyusun Teks Eksposisi
Tema  : Pentingnya Pengetahuan Tentang Pelestarian Lingkungan Hidup

                              "REBOISASI UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP"



Lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan segala benda dan makhluk hidup di dalamnya. Di dalam lingkungan hidup ini makhluk hidup memiliki hubungan timbal balik yang sangat berpengaruh. Sebagai makhluk hidup kita harus menjaga lingkungan alam sekitar kita dan jangan sampai lingkungan alam kita ini menjadi rusak. Salah satu kerusakan alam yang sering terjadi karena ulah-ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab adalah penebangan liar. Sebagai manusia kita harus mencegah perbuatan manusia tersebut, jangan hanya mengandalkan pemerintah yang bertindak tetapi mari kita cegah dan jaga lingkungan hidup kita. Kurangnya pengetahuan tentang melestarikan lingkungan hidup membuat orang-orang dengan seenaknya melakukan hal-hal yang dapat merusak lingkungan makhluk hidup. Dengan diberikannya penyuluhan/sosialisasi kepada warga yang belum mengerti tentang pentingnya melestarikan lingkungan hidup membuat warga lebih memahami dan mengerti tentang menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.
Reboisasi merupakan salah satu cara melestarikan lingkungan hidup. Reboisasi merupakan penanaman kembali hutan yang gundul. Reboisasi dapat dilakukan dengan cara menanam tumbuhan/pohon kembali ke hutan-hutan yang gundul. Reboisasi sangat penting dilakukan dan sangat bermanfaat bagi lingkungan salah satunya adalah mencegah terjadinya banjir, udara menjadi sejuk, dan dapat meresap air saat hujan turun. Reboisasi juga sangat penting dilakukan agar hutan sekitar kita tidak gundul dan dapat mencegah tanah longsor.Reboisasi sangat membantu melestarikan makhluk hidup karna jika sudah diadakan reboisasi maka banyak makhluk hidup yang nyaman dan tetap mau menetap di daerah tersebut.Tujuan lain dari reboisasi ini yaitu untuk meningkatkan kualitas hidup makhluk hidup khususnya manusia melalui kualitas peningkatan sumber daya alam. Dengan kembalinya fungsi hutan maka dapat menghindarkan lingkungan hidup dari polusi udara, kembalinya ekosistem dan dengan reboisasi dapat menanggulangi global warming.
          Kurangnya kesadaran orang-orang tentang reboisasi dapat menyebabkan kemungkinan besar terjadinya kerusakan alam dan itu dapat membuat makhluk hdiup akan kehilangan tempat tinggalnya. Banyak masyarakat yang belum menanamkan sistem reboisasi karna mereka mengira bahwa reboisasi itu tidaklah penting padahal reboisasi sangat penting karena dapat mencegah adanya longsor dan dapat melestarikan makhluk hidup sekitar. Contohnya PT.BCA pada Rabu,18 Maret 2015 ambil bagian dalam upaya reboisasi penanaman pohon mangrove di Pantai Indah Kapuk Jakarta.Penanaman pohon mangrove sangat penting dilakukan karena dapat digunakan sebagai pemecah ombak, mengatasi masalah abrasi, mencegah erosi,dan sebagainya. Jika tidak dilakukan reboisasi maka daerah atau alam sekitar kita akan menjadi rusak karena kurang adanya tumbuhan yang hidup di dalam hutan atau alam daerah tersebut dan  hutan kita akan menjadi gundul dan memuat makluk hidup menjadi mati. Reboisasi merupakan salah satu upaya pelestarian lingkungan hidup. Dengan dilakukakannya reboisasi maka makhluk hidup tidak akan kehilangan tempat tinggalnya. Saat ini hanya ada beberapa daerah/kota yang sudah menerapkan sistem reboisasi.
        Kita sebagai manusia sebaiknya memiliki kesadaran akan pentingnya melestarikan makluk hidup.Kita sebaiknya budayakan reboisasi agar kualitas sumber daya alam dan kualitas makhluk hidup tetap terjaga. Adanya kesadaran akan reboisasi akan membuat alam dan makhluk hidup tetap terjaga kualitas dan kelestariannya.Pengetahuan tentang pelestarian lingkungan hidup sangat bermanfaat bagi kita salah satunya adalah kita dapat mengerti dan faham bagaimana cara melestarikan dan menjaga lingkungan hidup kita ini. Kita tinggal di bumi ini maka dari itu mari kita lestarikan lingkungan hidup sekitar kita supaya kelak generasi kita selanjutnya dapat menikmati hasil sumber daya alam yang kaya dan sangat bermanfaat ini.

Senin, 10 September 2018

GEREJA ST.STANISLAUS GIRISONTA






Gereja merupakan  salah satu tempat berdoa dan ibadah umat katholik/kristen. Berikut ini merupakan salah satu gereja katholik di Jawa Tengah yaitu Gereja ST.Stanislaus Girisonta atau lebih dikenal dengan Gereja Girisonta ini merupakan tempat ibadah umat katholik untuk merayakan Misa Ekaristi pada hari sabtu ataupun minggu. Letaknya berada di  Jalan Raya Karangjati km 27,Kode pos 50552 Bergas Kabupaten Semarang. Setiap hari Sabtu dan Minggu gereja ini digunakan untuk Perayaan Ekaristi oleh umat Katholik. Orang yang datang ke gereja ini untuk beribadah berjumlah kira-kira > 350 orang yang terdiri dari lansia,orang tua,remaja,anak-anak,dan bayi. Di gereja ini juga ada sekolah minggu bagi para anak kecil agar pada saat misa ekaristi dimulai tidak nakal,rewel,atau berlarian kesana kemari. Terkadang di gereja ini juga ada pelajaran komuni pertama bagi anak yang belum menerima komuni, ada juga pelajaran krisma yang dilaksanakan tiap 2 tahun sekali.
                                                                                                                              
            Gereja Girisonta ini berdiri kokoh sejak jaman dahulu, hanya terkadang ada sedikit renovasi di gereja ini. Dari tahun ke tahun gereja ini bertambah bagus dan indah sehingga banyak orang yang senang datang ke gereja ini untuk beribadah disini. Di gereja ini juga terkadang diadakan berbagai macam lomba atau kegiatan lain menjelang paskah,natal,ulang tahun gereja dan sebagainya. Apalagi saat menjelang paskah pasti ada lomba menghias telur bagi anak-anak juga ada lomba menggambar dan mewarnai untuk anak usia 5 tahun keatas.

            Gereja Girisonta memiliki bentuk bangunan yang unik yaitu dengan bagian depan yang menjulang lancip dan tinggi. Girisonta juga memiliki rumah retret yang didirikan pada tahun 1928 oleh Rm.P Van Hoof SJ, rumah retret ini dipersembahkan untuk Kristus Sang Raja Hati dan Jerih Lelah. Pada 22 Maret 1931 rumah retret ini dibuka pertama kali oleh Romo Thom Verhoefen SJ. Selanjutnya dibangun juga Novisiat Girisonta pada tanggal 12 Juni 1922 tepatnya setelah rumah retret dibuka , dan pemberkatan seluruh kompleks gedung di Girisonta ini dilakukan pada tanggal 1 November 1931.

            Saat ini Gereja Girisonta sudah dibangun dan di renovasi menjadi begitu megah dan indah sehingga gereja ini tidak terlihat seperti gereja tua. Bentuk bangunan dalamnya yang begitu unik membuat beberapa orang tertarik melihatnya apalagi jika malam natal gereja ini disulap oleh para petugas hias altar/ para pemuda gereja menjadi gereja yang luar biasa. Banyak juga orang luar yang berkunjung ke gereja ini. Girisonta juga memiliki fasilitas lain diantaranya: kipas angin,lcd proyektor,sasana manunggal,wifi dan sebagainya.

            Di gereja ini juga ada beberapa komunitas/organisasi diantaranya adalah OMK,Misdinar,Para lektor,Prodiakon dan lain-lain. Saat perayaan hari-hari besar para umat juga para komunitas organisasi ini selalu aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan oleh gereja ini , apalagi jika natal tiba pasti di gereja ini ada perayaan natal anak-anak setelah misa di novisiat Girisonta banyak anak kecil yang ikut serta dalam kegiatan ini semuanya merasa senang.

            Gereja Girisonta ini juga bermanfaat sebagai tempat peribadahan,tempat pembaptisan,komuni pertama,perkawinan,dan sebagainya. Saat ini sudah banyak orang yang mulai mengenal Gereja Girisonta ini dikarenakan jadwal misa nya yang teratur dan dibagi menjadi beberapa hari mulai dari Sabtu sore,Minggu pagi dan Minggu sore.

DIVA VALENTINA F_X MIPA_11